Hidrometer ASTM - ASTM Hydrometer
Alat Laboratorium Lingkungan

Hidrometer ASTM – ASTM Hydrometer for Mineral Oil

PT PELITA DWI ASA

Fungsi Hidrometer ASTM (ASTM Hydrometer) adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui massa jenis (densitas) suatu zat cair berjenis mineral oil.

Fungsi dan Bentuk Hidrometer

Mengenali fungsi Hidrometer ASTM (ASTM Hydrometer), tidak terlepas dari pengenalan kita terhadap Hidrometer itu sendiri, dari segi bentuk, fungsi, prinsip dan cara kerjanya. Karenanya, sebelum Hidrometer ASTM kita bahas, tentunya kita perlu menalaah lebih dalam Hidrometer sebagai sebuah alat ukur. Kita memulai dari fungsinya. Hidrometer (Hydrometer) adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengukur massa jenis (densitas) suatu zat cair. Nilai densitas dimaksud, dapat diketahui dengan membaca skala pada hidrometer. Dimana, unit pengukuran sebuah hidrometer umumnya dinyatakan dalam satuan g/ml (kg/liter) dan atau specific gravity (Sp.Gr). Densitas dalam hal ini, berbeda dengan Viskositas (kekentalan) suatu cairan.    

Kita mungkin sudah mengetahui bahwa alat Hidrometer terbuat dari material kaca (glass). Berbentuk tabung kaca, namun didesain khusus dan unik. Dikatakan unik karena diameter bagian bawah tabung dibuat lebih besar. Kenapa?, agar dapat mendukung prinsip kerjanya yang didasarkan pada kaidah hukum Archimedes. Dengan bentuk seperti itu, volume zat cair yang dipindahkan sebuah hidrometer akan lebih besar, karena terjadinya gaya desakan ke atas yang lebih besar. Desakan gaya ke atas ini, memungkinkan hidrometer dapat tetap mengapung di dalam zat cair. Kemudian, agar tabung kaca terapung tegak di dalam zat cair, maka bagian bawah tabung dibebani dengan butiran timbel (timah).   

Sementara itu, tangkai tabung kaca bagian atas hidrometer didesain dalam diameter yang lebih kecil. Hal ini supaya perubahan kecil yang terjadi pada hidrometer yang dicelupkan, menghasilkan perubahan besar pada kedalaman tangkai yang tercelup. Lebih jelasnya, ukuran perubahan kedalaman tangkai yang tercelup, itulah ukuran nilai massa jenis zat cair yang diukur. Kita tentunya tidak perlu menghitung ataupun menganalisis nilai massa jenis tersebut. Karena pada tangkai hidrometer sudah tertera hitungan skala, dimana didalamnya terdapat cairan indikator pengukuran dengan massa jenis yang telah diketahui.

Cara Penggunaan Hidrometer

Pertanyaan pentingnya, bagaimana cara kita mengaplikasikan fungsi hidrometer dalam pengukuran berat jenis suatu zat cair? Jawabannya, relatif mudah. Pertama, sampel zat cair yang akan diuji kita tuangkan ke dalam wadah tinggi. Wadah dimaksud seringkali adalah sebuah gelas ulur (measuring cylinder). Namun demikian, perlu diperhatikan bahwa volume atau tinggi permukaan zat cair dalam wadah harus lebih tinggi dari tinggi alat hidrometer. Selanjutnya, bagian bawah hidrometer yang berbentuk lebih besar, kita celupkan kedalam wadah yang sudah berisi sampel zat cair sampai mengapung bebas.

Setelah proses tersebut kita jalankan, kita hanya tinggal mengamati perubahan yang terjadi. Singkatnya, titik dimana permukaan sampel zat menyentuh batang hidrometer, itulah yang dicatat sebagai nilai densitas. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, hidrometer umumnya sudah dilengkapi bacaan skala di dalam batang (tangkai), sehingga kita dapat langsung membaca nilai densitasnya. 

Hidrometer ASTM (ASTM Hydrometer)

Kita selanjutnya akan mengenali Hidrometer ASTM (ASTM Hydrometer). Apa dan kenapa ada model hidrometer semacam ini? Alasan mendasarnya adalah ukuran atau nilai densitas untuk zat cair tertentu, memiliki standar kelayakan kualitas untuk penggunaanya. Standar kelayakan ini telah disepakati secara internasional. Oleh karena itu, nilai ataupun range pengukuran hidrometer sebagai alat ukurnya juga harus distandarisasi. Apa jenis zat cair tertentu yang dimaksud tersebut? Jawabannya adalah yang masuk ketegori mineral oil. Salah satunya adalah jenis petroleum, seperti solar, bensin, premium  pertamax, biodiesel, dll. Termasuk didalamnya minyak sawit yang dikenal dengan sebutan CPO.

Bagaimana dengan penamaan ASTM? Ini adalah standar internasional yang paling umum digunakan. ASTM adalah singkatan dari American Society for Testing and Material yang berpusat di Amerika Serikat. ASTM International dalam hal ini, merupakan organisasi sukarela yang mengembangkan standardisasi teknik untuk material, produk, sistem dan jasa. Sekarang ini, ASTM mempunyai lebih dari 12.000 buah standar. Sebagai tambahan, standar ASTM banyak digunakan pada negara-negara maju maupun berkembang dalam penelitian akademisi maupun industri.

Setelah mengenali fungsi Hidrometer ASTM, bagi anda yang memiliki kebutuhan alat sejenis, kami merekomendasikan Hidrometer ASTM (ASTM Hydrometer) dari brand produksi ALLA France. Alasannya, karena tersedia lengkap hingga 30 range pengukuran. Disamping itu, memiliki akurasi (division) hingga 3 digit (0.005). Berikut gambaran spesifikasi teknisnya : 

  • Nama produk : ASTM Hydrometer (Hidrometer ASTM)
  • Standardisasi : ASTM E11 
  • Unit penukuran : g/ml
  • Range pengukuran : 0.600 sampai dengan 2.000 g/ml (tergantung jenis peruntukan/zat cair)
  • Division/Accuracy : 0.005 g/ml 
  • Length (tinggi) : 300 – 335 mm 

Kami senang, kami bisa membanginya dengan Anda. Semoga memberi manfaat. Salam hormat dari Kami.


Hidrometer ASTM - ASTM Hydrometer
Tampilan bentuk Hidrometer (Hydrometer). Tabung bagian bawah berbentuk lebih besar dan dibebani dengan butiran timah

Hidrometer ASTM - ASTM Hydrometer - PELITA DWI ASA
Beberapa jenis Hidrometer ASTM (ATSM Hydrometer) berdasarkan range pengukuran. Produksi ALLA France. Disediakan oleh PT Pelita Dwi Asa

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *