Oven Laboratorium - Laboratory Oven
Peralatan Laboratorium

Oven Laboratorium – Drying Oven

PT PELITA DWI ASA

Mengenal Fungsi Oven Laboratorium – Laboratory Oven sebagai alat laboratorium multifungsi, berfungsi sebagai alat pengering, alat sterilisasi dan alat yang digunakan dalam proses analisa kadar air (gravimetri).

Pengertian dan Fungsi Oven Laboratorium 

Oven Laboratorium (Laboratory Oven) oleh masing-masing brand produksi, umumnya diberi penamaan berbeda. Kita kadang menemui sejumlah penamaan dari alat ini, seperti Dry OvenDrying Oven, Heating and Drying Oven, namun sesungguhnya memiliki fungsi yang sama. Meski demikian, perlu ditegaskan bahwa fungsi oven laboratorium menjadi penting dalam skala laboratorium. Berfungsi untuk memanaskan atau mengeringkan alat-alat laboratorium atau objek-objek lainnya, termasuk fungsi sterilisasi didalamnya. Oven dalam skala laboratorium, umumnya digunakan untuk mengeringkan dan mensterilkan peralatan gelas laboratorium, zat-zat kimia, maupun pelarut organik. 

Mengenali fungsi oven laboratorium lebih jauh, terkait dengan aplikasi fungsinya dalam analisa kadar air. Bagaimana fungsi tersebut dijalankan? Analisa kadar air dengan menggunakan metode oven didasarkan pada metode gravimetri, yaitu pengukuran berat suatu unsur dan bahan dalam keadaan murni setelah proses pemisahan. Dimana dalam pengalikasiannya pada metode oven, dirasionalisasi menjadi selisih berat bahan sebelum pemanasan dan setelah pemanasan dengan oven. 

Dengan merujuk pada sejumlah referensi, kami bisa gambarkan bahwa pada umumnya penentuan kadar air dilakukan dengan mengeringkan bahan dalam oven pada suhu 105 – 110ºC selama 2 – 3 jam atau sampai didapat berat yang konstan. Perbedaan antara berat sebelum dan sesudah dipanaskan, itulah kadar air atau banyaknya air yang diuapkan. Sementara untuk bahan-bahan yang tidak tahan panas, dilakukan pemanasan dalam oven dengan suhu yang lebih rendah. Pemfungsian metode ini telah dikenal dan banyak diaplikasikan dalam industri makanan. Dalam hal ini, dilakukan untuk menguji kadar air produk sehingga sesuai dengan standar yang ditentukan oleh lembaga berwenang.  

Cara Kerja Oven Laboratorium 

Kita beranjak pada pengenalan prinsip kerja oven laboratorium. Prinsip kerja oven laboratorium yaitu sterilisasi, melalui mekanisme konduksi panas. Panas bakal diabsorbsi oleh permukaan luar material yang disterilkan kemudian merambat kebagian dalam sampai selanjutnya suhu sterilisasi tercapai. Ketika suhu sterilisasi tercapai mikroorganisme akan mati melalui proses oksidasi sampai terjadinya koagulasi protein sel mikroorganisme. 

Oven laboratorium bekerja pada suhu 170 – 180ºC sepanjang 2 – 3 jam untuk alat-alat dari logam dan gelas. Sementara bahan-bahan bersifat minyak, parafin atau salep dapat disterilkan pada suhu 150ºC selama ±1 jam. Sebagai tambahan, perlu kami sebutkan juga bahwa suhu oven lebih rendah dibandingkan dengan suhu Tanur (Muffle Furnace) dengan suhu maksimal mencapai 200ºC sampai 300ºC, tergantung modelnya.  

Mengenali oven laboratorium yang ada saat ini, kita diperhadapkan dengan bauran teknologi dan efektivitas dalam penggunaannya. Rancangan modelnya menerapkan dengan teknologi modern yang selain memberi kemudahan dan efesiensi, juga memperhatikan aspek keamanan penggunaannya. Umumnya oven laboratorium saat ini menerapkan teknologi microprocessor controller. Teknologi ini memungkinkan pengaturan dan pengontrolan parameter sterilisasi (waktu dan suhu) disatukan dengan dengan komponen layar display (LCD). Dalam visualisasinya, pengaturan parameter akan ditampilkan secara menyeluruh pada display. Jika paramater pemanasan atau sterilisasi tersebut telah tercapai, maka oven berhenti bekerja secara otomatis. Sementara itu, distribusi suhu dalam ruang oven menerapkan 2 metode konveksi. Kedua metode tersebut adalah natural air convection dan fan convection, khususnya pada oven berkapasitas volume besar. 

Rekomendasi Model Oven Laboratorium

Jika kita berminat membeli oven laboratorium saat ini, mungkin akan sedikit kebigungan dengan sejumlah brand produksi dan model dengan berbagai varian. Kami merekomendasikan sejumlah model (tipe) Oven LaboratoriumLaboratory Oven dari berbagai brand produksi yang bisa membantu Anda, yaitu :

  1. MEMMERT Universal Drying Oven,  model UN30 (32 liter), UN55 (53 liter), dan model UN110 (108 liter)
  2. BINDER Drying Oven,  model ED 56 (57 liter) dan model RD 115 (114 liter)
  3. BINDER Drying Oven, model E-28 Economic Mechanical (Cap. 28 Liter)
  4. BINDER Drying Oven – RedLine (Economic) Series,  model RE 53 (53 liter) dan model RE 115 (115 liter)
  5. Dry Oven – DHG Series,  model DHG-9030A (30 liter) dan model DHG-9053A(50 liter).

Kami senang, kami bisa membanginya dengan Anda. Semoga memberi manfaat. Salam hormat dari Kami.


MEMMERT Universal Oven


BINDER Drying Oven


BINDER Oven Redline Economic Series


Fungsi Oven Laboratorium